11/26/2009

riset mata minus : benarkah melepas kaca mata bisa mengurangi mata minus?

Lama tak mengupdate konten blog...hehe...saya sedang melakukan riset rekan2...sebuah riset penting. Riset mengenai mata (perjuangan cukup berat untuk benar2 beradaptasi melepas kacamata karena saya jadi sering ngantukan dan pusing pada awalnya, pengennya tidur terus karena si mata lebih mudah capek, hehew, jadinya kurang produktif ni). Setelah sekian tahun saya mengenakan kacamata, rasanya capek juga. Saya halus melihat lingkungan menggunakan bantuan suatu alat supaya saya dapat melihat objek-objek yang saya temui dapat tertangkap dengan jelas. mungkin bagi yang belum pernah mengenakan kacamata (dan jangan sampai dah), akan berkomentar, rasanya gimana tuh. Capek bro, i have said it before. hmmm...then? Akhirnya karena terinspirasi oleh sesuatu hal, saya memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kacamata. Tindakan ini saya lakukan dengan beberapa pertimbangan. Pertama, berdasarkan pengalaman mbak kost yang konon katanya minusnya sempat turun karena kacamatanya jarang dipakai. Kedua, pengaruh buku yang menyatakan bahwa sebenarnya ukuran lensa yang digunakan para kacamata-ers itu lebih besar daripada ukuran minus mata. So, mata malah "diajak" lensa untuk mengikuti ukuran lensa, otomatis minus jadi bertambah deh. Nah, bermula dari rasa was-was juga karena saya harus membiasakan diri untuk melihat sesuatu dengan ketidakjelasan, akhirnya saya putuskan untuk benar-benar berani melepasnya. Tidak sedikit yang mengomentari saya sombong kalau disapa. huft, sabar...saya harus menjelaskannya satu per satu bahwasanya saya kurang jelas dalam melihat. Saya jadi seperti algoritma JST yang harus melihat pola-pola wajah dan perilaku orang-orang yang sudah saya kenal supaya saya tidak salah saat memanggil atau dipanggil eh lebih tepatnya menyapa atau disapa (kalo panggil kok kesannya jadi gimana gitu).
Progresnya sejauh ini? belum terlalu signifikan. Minus memang belum terdeteksi berkurang tapi sejauh ini pusing sudah tidak terasa, hanya saja mata memang lebih cepat capek dan saya jadi ngantukan dan rada kurang konsentrasi. Untuk melupakan bahwa saya sedang riset penting, saya mengikuti banyak kegiatan di kampus. Walau terkadang saya malah keteteran, tapi setidaknya pikiran saya teralihkan dan mata saya terbiasa dengan hal-hal yang reflek karena harus mengikuti gerakan saya yang super cepat, hehew. Dan sampai sekarang saya masih ingin bertahan dengan riset mata saya ini karena saya yakin pasti ada sesuatu yang bisa diambil ibrohnya dari apa yang kita lakukan selama ini. Dan untuk saat ini yang sangat penting dilakukan adalah berdoa dan berpikiran positif bahwa riset ini akan berhasil. Just do it...

1 komentar:

  1. waduh dian kalo saya keknya gak kuat buat lepas kacamata lama2..hihiih matanya biasanya berair terus hikshikshiks..

    BalasHapus